aaahhhhhh!!!!
aaaaarrrrrggggghhhhhhhhhh!!!!
subhanallah!
karena gw memang harus marah!!
minum obat`
bagai minum obat saja gw.
tiga kali.
obat kebodohan dan kekecewaan untuk mengobati (menghilangkan) kebahagiaan dan kepercayaan.
sungguh, tidak berharap terjadi sebelum dia pergi untuk beberapa saat.
sungguh, gw terus memikirkan dan mengingat dia.
tidak pernah tidak.
terlalu lunak!
05.50 WIB
Jum’at, 11 september 2009
ada kalimat yang mengganggu di kepala gw di pagi ini, yaitu :
„ga semua yang lu mau dan inginkan harus terwujud“
„anda harusnya bisa bersikap lebih keras untuk bilang ‘tidak boleh’, karena itu yang gw dan anda yakin ‘benar dan tepat’, ini untuk kebaikan lu“
„anda terlalu lunak!!“
berharap ada yang berubah walaupun sulit, karena tampaknya dia dengan umur dan kondisinya tidak akan mengerti apa yang gw tulis atau ucapkan.
*untuk sepupu dan paman*
geist!!
Manusia yang gila itu, manusia yang selalu mengharapkan perubahan, sementara melakukan hal yang sama dari hari ke hari.
Manusia yang gila itu, manusia yang selalu berorientasi kepada masa lalu.
Perubahan akan gagal kalau manusia dan pemimpinnya hanya berwacana saja.
Wacana yang kosong justru akan bersifat destruktif.
„Winners take action..they simply get up an do what has to be done“
ayoo..ayoo..semangat insan kamil!!!
jujur.
hmm…haaahhh…
itulah yang terjadi pada gw di malam senin (27 juli 2009)
berbicara jujur tetap entah kenapa terasa aneh.
serasa salah, serasa tidak tepat waktunya..
kenapa ya??
gw juga ga tau..mudah2an semuanya baik-baik saja.
haha.
(baru) ngeblog lagi lah!
tiada kerjaan, tiada kantuk,
sempat-sempatnya kembali ngeblog alias kembali „aktif“ di dunia maya,
entah dunia yang harus ga hindari beberapa atau gw tekuni. (mungkin saking bodohnya kali ya??)
mulai nge blog lagi di awali dengan publish post yang sudah lama tersimpan (doh) dan nge add „satu-satu“ blog roll dari anak2 LFM (ini gw yang bodoh kayaknya atau emg ga ada cara lain sih?).
ya, tapi lumayan menikmati lah ya.
jahahahaha.. btw jam menunjukan jam 2.33 pagi!
aahh memang saya gila.
what if you were right?
maybe i’ve made something to you,
and maybe without you realize you’ve made something to me.
there are only two words in my mind.
„terima kasih“ and “ alhamdulillah“
hue..hue..tugas 2 Elkin..
ARUS LISTRIK
Arus listrik terjadi karena adanya aliran elektron dimana setiap elektron mempunyai muatan yang besarnya sama. Jika kita mempunyai benda bermuatan negatif berarti benda tersebut mempunyai lebih banyak electron dibandingkan benda lain. Derajat termuatinya benda tersebut diukur dengan jumlah kelebihan elektron yang ada. Muatan sebuah elektron, sering dinyatakan dengan simbul q atau e, dinyatakan dengan satuan coulomb, yaitu sebesar q » 1,6 ´ 10-19 coulomb.
Arus konvensional didefinisikan sebagai aliran muatan positif, sekalipun kita sekarang tahu bahwa arus listrik itu dihasilkan dari aliran elektron yang bermuatan negatif ke arah yang sebaliknya.
Satuan arus listrik menurut SI adalah Ampere (A), berasal dari nama André-Marie Ampère, salah satu penemu elektromagnetik. Ampere merupakan ukuran banyaknya electron yang melewati suatu titik per satuan waktu, sekitar 6.242 × 1018 elektron yang melewati suatu titik dalam satu detik setara dengan 1 Ampere.
![]()
Q = Muatan listrik
t = waktu
TEGANGAN LISTRIK
Tegangan listrik (kadang disebut sebagai Voltase) adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi potensial sebuah medan listrik untuk menyebabkan aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. Tergantung pada perbedaan potensi listrik satu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi. Voltase secara definisi lebih mudah digambarkan sebagai representasi dari pembawa elektron. Secara khusus voltase sebanding dengan energi per unit muatan
Volt merupakan satuan dari Tegangan Listrik dalam system SI. Diberi nama Volt sebagai penghormatan kepada Alessandro Volta yang menemukan Sel Volta, baterai kimia pertama.
Volt didefinisikan sebgai perbedaan potensial yang melewati konduktor ketika arus listrik sebesar 1 ampere mendissipasi 1 watt daya.
![]()
DAYA (POWER)
Jurnaaaall…
wadooh… 10.35 pm
sebegitu sulitkah membaca dan memahami jurnal TQM??
bahasa inggris jadi tampak lebih sulit dimengerti..
satu kalimat pun belum terpecahkan, masih ada 2 buku untuk dibaca. setaaaan!
kayaknya mah gara-gara gw aja deadline ngerjain tugas..
heeuuu..
Tersengat Listrik (Kesetrum)
Kesetrum terjadi ketika tubuh manusia bersentuhan dengan suatu sumber listrik yang memiliki voltase listrik untuk menyebabkan timbulnya arus listrik yang cukup melewati otot atau rambut.
Arus listrik minimum yang dapat menyebabkan seseorang terkena efek kesetrum kira-kira sebesar 1 miliampere (mA). Arus listrik yang besar dapat menyebabkan kerusakan jaringan, seperti jaringan yang terbakar.
Kematian yang disebabkan oleh kesetrum (tersengat listrik) disebut electrocution.
secara umum, arus listrik sebesar 100mA bisa dikatakan sangat berbahaya (bisa menimbulkan kematian) bila melewati bagian tubuh manusia yang sensitif (vital).
ketika arus listrik menemui hambatan listrik maka akan timbul panas, konsep inilah yang dapat menyebabkan kesetrum dapat mengakibatkan kematian. Tubuh manusia sebenarnya merupakan konduktor yang baik karena sebagian besar tubuh terdiri dari komponen air. Tetapi tubuh manusia memiliki berbagai organ yang memiliki kadar air dan zat penyusun yang berbeda-beda sehingga timbul hambatan listrik yang kemudian menghasilkan panas yang dapat membakar organ atau jaringan tubuh.
Tersengat listrik (kesetrum) tergantung dari berbagai faktor, yaitu voltase listrik, durasi kontak, arus listrik, frekuensi listrik, aliran listrik, tempat kontak, dan lain-lain.
Arus listrik yang melalui tangan memiliki ambang penerimaan sekitar 5 sampai 10mA untuk arus DC, sedangkan untuk arus AC sekitar 1 sampai 10 mA pada frekuensi 60Hz. Toleransi tersengat akan berkurang dengan meningkatnya frekuensi listrik, apalagi bila frekuensi diatas 15 – 20 kHz.
Arus DC lebih berbahaya dibandingkan arus AC karena arus DC besarnya konstan. Berarti Arus AC pernah bergerak ke nilai nol selama beberapa milidetik, sehingga seseorang yang tersengat arus AC masih memiliki peluang untuk lepas dari efek kesetrum ketika voltase berada pada nilai nol.
Direct current (DC) is more likely to cause muscle tetanus than alternating current (AC), making DC more likely to „freeze“ a victim in a shock scenario. However, AC is more likely to cause a victim’s heart to fibrillate, which is a more dangerous condition for the victim after the shocking current has been halted.
1 Kommentar